Aryadi dan Amin Sebut PT. Maxon Prime Technology Sebar fitnah Ke Publik

193

SERANG,-Medianews.co.id,- Permasalahan yang terjadi antara PT. Maxon Prime Technology dengan pemborong yaitu Aryadi dan Amin yang mengerjakan piping (Perpipaan-red) pembangunan pabrik cat Mowilex,di Cikande Modern land,Kabupaten Serang,berbuntut panjang.

Aryadi dan Amin selaku pihak yang diberikan amanat untuk mengerjakan pekerjaan tersebut oleh PT.Maxon Prime Technology membantah mereka disebut pembohong besar seperti ramai diberitakan di beberapa media,tanggal 4 september lalu.

“Kami” disebut bohong soal ada nya kesepakatan lisan mengenai harga dan volume pekerjaan,Padahal dalam pertemuan tersebut ada lima orang di situ dan tentu dapat dijadikan saksi. Kesepakatan terjadi di MaxxBox Karawaci pada tanggal 9 Juni 2021,” ujar Amin bersama Aryadi kepada awak media, Rabu (6/10/2021).

“Dalam kesepakatan yang terjadi saat itu soal pengerjaan proyek untuk pola pembayaran dengan harga satuan per inchi Rp 95 000 dan tidak ada kata-kata kesepakatan all in, dan itulah salah satu kebohongan besar yang dilakukan oleh PT. Maxon Prime Technology dalam berita sanggahannya karena memungkiri ada nya kesepakatan lisan tersebut,” imbuh Amin seraya menyebut pertemuan tersebut dihadiri Samudi, Aryadi, saya (amin-red) joanda dan Direktur Utama PT. Maxon Prime Technology Teh Yee Keong.

Masih kata Amin, disebutkan juga dalam berita sanggahan PT. Maxon Prime Technology soal masalah pengambilan kasur yang dilakukan oleh pihaknya, dikatakanya dirinya tidak mengambil,dan ia memiliki bukti bahwa sangkaan itu tidak benar.

Baca juga  Danrem 064/My bersama Dandim 0623/Cilegon Terus Monitoring Serbuan vaksinasi di Cilegon

“Saya ada videonya.Apa yang menjadi pernyataan fihak PT Maxon Prime Technology,tidak lah benar, dan itu merupakan fitnah yang di sebarkan ke publik”ucap Amin.

Sementara itu,berbicara masalah progres pekerjaan yang juga disebut dalam pemberitaan,Amin menegaskan hal tersebut dapat di lihat dan di cek secara langsung di lokasi bahwa pekerjaan tersebut sudah sesuai dengan capaian pekerjaan jika saja yang di katakan joanda,mengenai jumlah volume pengelasannya itu benar,yakni kurang lbih 6000,padahal joanda sendiri mungkin tidak mengukur memgingat dalam SPK pt makson tidak menuliskan jumlah 6000 terdebut

“Kita buktikan bersama – sama dengan melakukan pengecekan secar aktual.jika volume pekerjaan pengelasan tersebut kurang dari 6000 inchi sy siap nombokin,Malah yang saya pertanyakan kenapa alat kami ditahan yang katanya sbagai jaminan.lalu knapa di gunakan untuk kerja,masalah ini kan bermula dari ketidak jelasan jumlah volume pekerjaan pengelasan yang tidak di tuangkan dalam SPK namun mreka mengatakan kurang lebih 6000 inchi,namun faktanya jauh lebih banyak dari apa yang di sebutkan itu papar Amin sambil menegaskan dirinya dan Aryadi dalam waktu dekat akan melanjutkan melakukan upaya penyelesaiaan masalah yang dialaminya ke meja hijau.(***).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here