Ditresnarkoba Polda Kalteng Sikat habis Peredaran Gelap Narkoba

8

Kalteng,- Medianews.co.id || Situasi Pandemi covaid-19 satuan dari Ditresnarkoba Polda Kalteng dalam memberantas peredaran gelap Narkoba tidak menyurutkan operasi memerangi para pencinta barang haram tanpa ampun satu persatu dapat ditangkap hal ini patut diacungi jempol.

Fakta tersebut terungkap saat konferensi pers tindak pidana Narkoba yang dipimpin Kapolda Kalteng Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyom, M.Hum., M.Si., M.M., melalui Kabidhumas Kombes Pol K. Eko Saputro, S.H., M.H., di Balai Wartawan Mapolda setempat, Selasa (24/08/2021) siang.

Hal senada pun disampaikan Dirresnarkoba Kombes Pol Nono Wardoyo, S.I.K., M.H. Dikatakannya, setelah mendapatkan informasi tentang transaksi Narkoba, pihaknya lantas melakukan penyelidikan.

“Dimana, pada TKP yang berada di pinggir Jalan Temanggung Tilung tepatnya di depan Bengkel Motor Rifky Kota Palangka Raya, kami dari Ditrenarkoba telah mengamankan Je (26) dan 3 (tiga) paket sabu dengan berat kotor 49,90 gram dari pelaku,” katanya.

“Berbekal dari hasil tangkapan itu, kami berupaya keras untuk menggali informasi yang memungkinkan terlibatnya pengedar lain dalam kasus ini,” jelasnya.

Baca juga  Ditresnarkoba Polda Banten Ungkap Pelaku Home Industri Tembakau Gorila

Benar saja, terang Nono, di TKP berikutnya yang berada di Jalan Menteng tepatnya di barak warna kuning pintu 5 (lima), petugas kembali mengamankan sabu dengan jumlah yang fantastis.

“Jadi perlu rekan – rekan ketahui, di TKP kedua ini, kami berhasil mengumpulkan 8 (delapan) paket sabu dengan berat kotor 772 gram dari tangan pelaku berinisial Wi (36),” urainya.

Kembali dijelaskannya, jika pengungkapan kasus untuk kedua pelaku Narkoba ini berasal dari Banjarmasin, Kalsel untuk diedarkan di Kota Palangka Raya.

“Kedua pelaku, baik Wi dan Je adalah pemain baru. Mereka mendapatkan barang haram tersebut dari pelaku S yang berada di Kaltim. Untuk S sendiri kini sudah ditangkap pihak BNN Kalsel dengan barang bukti sabu mencapai 1 kg lebih,” paparnya.

Nono menegaskan, pada kasus tersebut, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Undang – Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukumannya, penjara minimal 6 (enam) tahun dan denda maksimal Rp 10 Miliar rupiah,” pungkasnya.

(Hadiboy/,Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here