Wali Kota Cilegon Turun Langsung Usai Insiden Bau Menyengat, Robinsar: Perusahaan Harus Bertanggung Jawab Penuh

1

CILEGON,- Medianews.co.id,- Wali Kota turun langsung ke lokasi dugaan kebocoran di kawasan industri bersama jajaran Forkopimda, aparat kepolisian, hingga tim Brimob setelah insiden kepulan asap dan bau menyengat sempat membuat warga panik pada Selasa (26/5/2026).

Robinsar menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon bergerak cepat untuk memastikan kondisi udara di sekitar lokasi kejadian aman bagi masyarakat.

“Hari ini kita turun bersama Forkopimda Kota Cilegon, didampingi juga dari Polda, Krimsus, dan Brimob untuk memastikan apa yang terjadi tadi siang yang sempat ramai di masyarakat,” ujar Robinsar kepada awak media.

Menurutnya, tim gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meski hasil investigasi akhir masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut.

“Memang belum ada kesimpulan. Tapi pada tahap awal ini kami ingin memastikan kondisi udara di lingkungan industri dan area sekitarnya dipastikan aman,” katanya.

Robinsar menyebut hasil pemantauan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon bersama tim KBRN menunjukkan kualitas udara di sekitar lokasi masih dalam kondisi aman.

“Dari hasil tim DLH Kota Cilegon dan KBRN dipastikan area sini dan lingkungan sekitar udaranya aman,” tegasnya.

Meski demikian, Pemkot Cilegon tetap menyiagakan layanan kesehatan bagi warga yang mengeluhkan dampak akibat insiden tersebut.

Koordinasi dilakukan hingga tingkat kecamatan, kelurahan, RT dan RW.

“Kami sudah koordinasi dengan kecamatan, kelurahan, puskesmas terdekat, RT dan RW. Jika ada masyarakat sekitar kawasan industri yang terdampak bisa langsung dikomunikasikan,” ujarnya.

Baca juga  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Kenalkan Sistem Outcome Based Education di Mabim 2025

Dalam kesempatan itu, Robinsar juga menegaskan perusahaan wajib bertanggung jawab penuh terhadap warga terdampak.

“Saya minta perusahaan bertanggung jawab penuh kepada warga kami yang terdampak,” katanya dengan nada tegas.

Selain itu, Pemkot Cilegon bersama pihak perusahaan telah menyiapkan fasilitas kesehatan, termasuk Rumah Sakit Krakatau Medika, untuk mengantisipasi kemungkinan dampak lanjutan.

“Kami siapkan tim dari puskesmas, lurah dan camat untuk stand by mendata warga terdampak. Dari pihak industri juga sudah menyiapkan Rumah Sakit Krakatau Medika jika memang ada proses lanjutan,” jelasnya.

Sementara itu,Humas PT MCCI, Dimas Saputro menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan memastikan pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam.

“Kami mohon maaf atas gangguan yang telah ditimbulkan. Kami sudah berusaha memastikan tidak ada bahan berbahaya yang terlepas ke lingkungan,” ujar Humas PT MCCI, Dimas Saputro.

Pihak perusahaan menjelaskan kepulan yang terlihat diduga berasal dari cairan yang bercampur air dan menguap akibat suhu tinggi.

“Itu adalah material yang bercampur dengan air. Karena temperatur tinggi maka air menguap dan yang terlihat adalah uap air,” katanya.

Namun hingga kini, penyebab pasti dugaan kebocoran tersebut masih belum dapat dipastikan karena proses investigasi masih berlangsung.

“Belum bisa dipastikan, masih tahap investigasi. Nanti hasil akhirnya akan segera dirilis,” tutupnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini