BAZNAS Cilegon Salurkan Santunan untuk 688 Pemandi Jenazah: Profesi Mulia yang Tak Dilupakan

13

Cilegon,- Medianews.co.id,- Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Cilegon kembali meluncurkan program santunan bagi para pemandi jenazah setelah sempat terhenti selama setahun. Program ini sebelumnya dihentikan pada Januari tahun lalu karena sejumlah kendala teknis, namun kini dilanjutkan kembali dengan skema yang lebih terstruktur.

Ketua baru BAZNAS Kota Cilegon, Bambang Widyatmoko, menyampaikan bahwa pada periode ini, sebanyak 688 orang pemandi jenazah dari seluruh Kota Cilegon akan menerima santunan secara bertahap. “Program ini kami jalankan dalam dua periode. Tahun ini, sebanyak 344 orang kami bantu. Sisanya akan kami alokasikan pada periode kedua di tahun 2026,” ungkap Bambang dalam acara peluncuran yang juga dihadiri oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Cilegon, Kemenag, dan unsur kelurahan serta kecamatan se-Kota Cilegon.

BAZNAS memberikan santunan sebesar Rp600 ribu per orang untuk periode Januari hingga Juni 2025. Sementara pada semester kedua, santunan akan disalurkan kembali pada akhir Agustus atau awal September.

“Ini bukan soal besaran dana, tapi bentuk penghormatan kami kepada profesi yang sangat mulia. Para pemandi jenazah adalah sosok-sosok yang mengantarkan kita semua ke fase akhir kehidupan dengan penuh kehormatan,” ujar Bambang.

Baca juga  Sebanyak 653 Warga Binaan Lapas Serang Salurkan Hak pilih Pilkada Banten 2024

Santunan ini diberikan kepada 8 orang per kelurahan dari total 43 kelurahan yang ada di Kota Cilegon. Penyaluran dilakukan secara tunai, meski BAZNAS menyatakan siap memfasilitasi penyaluran lewat rekening jika memungkinkan ke depannya.

BAZNAS Kota Cilegon juga telah menyusun buku panduan pemandian jenazah, lengkap dengan pelatihan yang telah diikuti oleh sebagian besar penerima santunan. Namun, masih terdapat penerima yang belum pernah terjun langsung dalam praktik pemandian jenazah, dan hal ini menjadi perhatian ke depan.

“Kami berkomitmen untuk terus memperhatikan mereka yang menjalani profesi yang sering kali luput dari sorotan, namun sangat penting bagi umat. Mereka ini bukan hanya relawan, tapi pejuang kemanusiaan dalam sunyi,” tutup Bambang.

 

Reporter: Novaldo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini