Cerita Farah Cahyani Berjuang Bersama Ibunya Yang Sedang Melawan Kanker Rahang Yang Diderita Ibunya

6

Cilegon,- Medianews.co.id,- Tidak pernah terfikir di benak Farah Cahyani (17) akan menghadapi kenyataan pahit melihat Ibunya yang seorang diri mengurus dan membesarkan dia selama ini menjalani perawatan selama hampir satu tahun di Rumah Sakit Pelni Petamburan. Awal tahun 2022 lalu, warga Desa Citangkil Cilegon, Banten itu didiagnosa terjangkit D21.9 – Other Benign neoplasm of connective and other soft tissu, unspecified ( Kanker Mulut/ Kanker Rahang ). Saat ditemui pada Minggu (11/12), gadis yang awalnya periang itu menceritakan pengalaman sedihnya.

“Awal mula Ibunya divonis menderita sakit Kangker itu, berawal dari sakit gigi biasa merasa sering mengalami sakit dan merasa nyeri di pipi kanan selanjutnya farah lihat ada sedikit benjolan di pipi kanan ibunya. Setelah awalnya Bulan Januari 2022 penanganan awal menggunakan fasilitas umum di RS. Krakatau Medika Hospital Cilegon” ujarnya.

Tak disangka, Ibu kandungnya ternyata menderita penyakit keganasan mulut atau Kanker rahang yang cukup parah hingga stadium tiga dan dari RS. KS harus dirujuk ke RS. Pelni Jakarta untuk penanganan lebih lanjut. Sehingga mengharuskannya untuk menjalani serangkaian tindakan medis untuk dapat menyembuhkan penyakitnya itu. Hal itu hampir membuat Farah merasa sedih lantaran dokter memperkirakan proses penyembuhan penyakit ibunya itu akan memerlukan waktu yang cukup lama.

Baca juga  Ketua Umum PAN Mendukung Incumbent untuk Pilkada Kota Cilegon 2024

“Awal dikasih tau oleh dokter itu rasanya kayak putus asa, sambil mencoba beberapa pengobatan alternatif Ibunya mendaftarkan diri sebagai Peserta BPJS Mandiri kelas dua, Farah berfikir kasian kalau ibu saya harus sampai diobati bolak–balik jakarta hampir tiap minggu menjalani kemotheraphy dan kontrolnya di RS. Pelni Petamburan jakarta. Tapi kata saya, pokoknya harus tetap semangat dan yakin bahwa Ibu kandung saya ini pasti bisa sembuh seperti dulu,” jelas Farah.

Pelayanan yang diberikan oleh Fasilitas Kesehatan kepada Ibunya sangat baik tetapi tetap saja biaya operasional untuk bolak balik, rawat inap disana apalagi tidak semua biaya tercover oleh BPJS. Hingga saat berita ini ditulis Ibunya ( pasien ) sudah menjalani Khemotherapy penuh dan harus segera dirujuk ke RS. Siloam dan kemungkinan besar ke RSCM untuk menjalani Operasi transpantasi tulang rahang karna sebagian rahang ibunya harus di potong.

Tidak hanya mengorbankan sekolah dan waktu bermain, Farah lebih memilih merawat dan menemani ibunya saat berada di Rumah Sakit. Farah juga harus membagi waktu untuk belajar saat ujian sekolah diapun terpaksa menjalani ujian susulan disaat jadwal ujiannya berbarengan dengan jadwal rawat inap Ibunya di Rumah sakit.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini