Gapasdap Cabang Merak kenakan ikat kepala suku Baduy di Posko mudik lebaran

10

Banten,- Medianews.co.id,- Gabungan Pengusaha Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Cabang Merak, Senin (25/04), mendirikan Posko gabungan Angkutan Lebaran tahun 2022 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten. Posko gabungan yang didirikan bersama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banten, dan petugas lainnya didirikan sebagai bentuk kesiapan menghadapi angkutan mudik lebaran yang sudah mulai berjalan.

Kepala Gapasdap Cabang Merak Togar Napitupulu bersama rombongan yang tampil berbeda mengenakan ikat kepala suku Baduy atau lomar saat ditemui di lokasi menjelaskan, Gapasdap Cabang Merak telah menyiapkan kapal-kapal untuk melayani penyeberangan pemudik yang nyaman, aman, cepat dan tepat waktu. Pihak Gapasdap bekerjasama dengan KKP Kelas II Banten menyiapkan posko-posko kesehatan untuk membantu para pemudik yang belum menjalani vaksinasi, antigen maupun saat mengalami gejala COVID-19. Kesiapan ini dilakukan karena mudik tahun ini masih dalam suasana Pandemi COVID-19.

“Hari ini kita bersama KKP, Kepolisian, BMKG, dan ASDP mendirikan posko gabungan angkutan lebaran. Disini kita siapkan juga pos-pos layanan kesehatan dan vaksinasi bagi penumpang,” katanya.

Pada musim angkutan lebaran tahun ini, pihak Gapasdap Cabang Merak juga telah menyiapkan sebanyak 65 armada kapal. Namun meski arus mudik sudah mulai terjadi sejak 23 April 2022 kemarin, saat ini baru 23 hingga 25 armada kapal yang dioperasikan mengingat satu dermaga di Pelabuhan Merak masih dalam perbaikan.

Baca juga  Cilegon United Diakuisisi Raffi Ahmad, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian Belum Tahu

“Kita siapkan 65 kapal untuk angkutan lebaran tahun ini. Itu baru terpakai 23 hingga 25 kapal. Nanti kalau terjadi kepadatan kita sudah siapkan 58 kapal ukuran besar diatas 5000 GT, kita juga sudah operasikan 32 kapal kemarin untuk angkut kendaraan logistik yang padat sejak kemarin,” katanya.

Adapun petugas yang bersiaga di Posko gabungan angkutan lebaran, sengaja tampil unik dan berbeda dari biasanya dengan mengenakan ikat kepala atau lomar khas suku Baduy. Hal ini sengaja dilakukan sebagai kebanggaan Gapasdap Cabang Merak untuk mengenalkan ciri kekhasan budaya masyarakat Banten, khususnya suku Baduy kepada masyarakat luas lewat pemudik yang tiba di Pelabuhan Merak.

“Tentu ini adalah kebanggaan kami untuk mengenalkan kepada masyarakat yang akan mudik. Bahwa ikat kepala ini adalah ciri khas budaya dari warga masyarakat suku Baduy yang ada di Provinsi Banten,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here