Cilegon,- Medianews.co.id,- Juli, sebagai koordinator aksi unjuk rasa di Pertamina Tanjung Gerem, mewakili masyarakat Kota Cilegon untuk menyampaikan aspirasi masyarakat Indonesia secara umum, khususnya warga Kota Cilegon, Acara berlangsung bertempat di Pertamina Tanjung Gerem pada hari Jum’at 07 Maret 20225
Turut hadir dalam aksi unjuk rasa Dewan Pembina PPMC ( Persatuan Perjuangan Masyarakat Cilegon) Isbatullah Alibasja, Presiden PMCC Mulyadi Sanusi (Cak Mul), Ketua PMMC Ali Juman yang akrab disapa Ali Bewok, dan ratusan simpatisan PMCC.
Juli mengungkapkan rasa kecewa mendalam terhadap apa yang dilakukan oleh oknum-oknum yang disebutnya sebagai “bangsat tikus” atau koruptor. Oknum-oknum ini dianggap telah mengkhianati rakyat dengan cara-cara yang tidak bermoral, seperti dugaan manipulasi dan pengoplosan BBM subsidi (Pertalite) dengan BBM non-subsidi (Pertamax).
Juli menegaskan bahwa tindakan manipulasi dan pengoplosan BBM ini merupakan bentuk pembohongan besar terhadap rakyat Indonesia. Ia meminta masyarakat membayangkan berapa banyak rakyat yang telah dirugikan oleh perbuatan para pelaku. Dari Kota Cilegon, Juli dan masyarakat setempat memulai aksi ini sebagai bentuk kepedulian terhadap kepentingan rakyat Indonesia secara luas.
“Kami bukan perusuh seperti yang mereka tuduhkan. Kami adalah masyarakat yang peduli terhadap keadilan dan kebenaran. Jangan lupakan sejarah, di masa penjajahan Belanda, rakyat sering diadu domba untuk kepentingan pihak tertentu. Namun, masyarakat Kota Cilegon tidak akan mundur sedikit pun menghadapi preman-preman seperti itu,” tegas Juli.
Juli menyatakan bahwa aksi ini tidak akan selesai dalam satu tahap. Ia menegaskan bahwa masyarakat Kota Cilegon siap melakukan aksi berulang kali (berjilid-jilid) hingga para pejabat yang terlibat korupsi dihukum seberat-beratnya bahkan hukuman mati. Ia juga menyebutkan bahwa ribuan masyarakat Kota Cilegon akan dikerahkan dalam aksi-aksi berikutnya.
Juli mengkritik hasil mediasi yang dilakukan di dalam ruangan Pertamina Tanjung Gerem. Menurutnya, mediasi tersebut hanya menyampaikan argumen teknis terkait pengoplosan BBM yang dianggap wajar oleh pihak terkait.
Padahal, ia menilai bahwa praktik pengoplosan BBM dari Ron 90 (Pertalite) menjadi Ron 92 (Pertamax) adalah bentuk pembohongan, pembodohan, dan pencurian terhadap uang rakyat Indonesia.
Selain itu, Juli juga menyoroti insiden yang terjadi selama aksi berlangsung. Salah satu koordinator aksi bernama Cak Mul disebutkan mendapatkan intimidasi dari oknum TNI yang bertugas dalam pengamanan aksi. Oknum tersebut diduga mengeluarkan senjata api, yang dianggap sebagai tindakan intimidasi terhadap massa aksi.
Juli mengungkapkan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti insiden ini dengan melaporkan oknum TNI tersebut ke institusi terkait, seperti Polisi Militer (POM) atau POMAL. Ia menegaskan komitmennya untuk mencari tahu identitas oknum tersebut dan memastikan kasus ini diproses secara hukum.
Juli menegaskan bahwa perjuangan masyarakat Kota Cilegon akan terus berlanjut hingga keadilan ditegakkan dan para koruptor yang merugikan rakyat Indonesia dihukum seberat-beratnya.
Presiden PPMC Mulyadi Sanusi atau yang akrab disapa Cak Mul saat orasi menyampaikan mengutuk keras dengan adanya tindak pidana ‘Mega Korupsi’ yang mana pengoplosan BBM ini tentunya sangat berdampak merugikan masyarakat Indonesia khususnya Cilegon
“Saya mewakili masyarakat mengutuk keras tindakan para koruptor pejabat di PT.Pertamina Patra Niaga, “, Kata Cak Mul, jum’at 07/03/2025.
“Pengoplosan BBM jenis Pertalite Ron 90 menjadi jenis Pertamax Ron 92,selama 5 tahun dan kerugian negara diperkirakan hampir mencapai 1000 triliunan “, ujar Cak Mul.















