2.078 Ekor Burung Asal Lampung Berhasil Diamankan Satreskrim Polres Cilegon

44

Cilegon,- Medianews.co.id,- Satreskrim Polres Cilegon bersama anggota KSKP Merak menggagalkan penyelundupan satwa burung yang akan menyebrang dengan menggunakan kapal Fery dari Pelabuhan Bakauheni Lampung menuju Pelabuhan Merak. Kamis (10/06/2021).

Satu unit mobil Truck Colt Diesel merek Mitsubishi warna kuning dengan plat nomor BE 8401 BX berhasil diamankan anggota Polsek setibanya di Pelabuhan Merak yang berisi berbagai jenis burung.

“Anggota kami dari Polsek KSKP Merak yang sedang melaksanakan kegiatan rutin yang ditetapkan telah mengamankan 1 unit Truk yang berisi berbagai jenis burung kurang lebih 2.078 ekor burung,” Ungkap wakpolres Cilegon Kompol Mirodin saat conferensi pers.

Diketahui burung tersebut dibawa dari daerah Lampung dan akan menuju daerah Cikande Serang – Banten, barang bukti yang berhasil diamankan ialah, burung jenis Ciblek dengan jumlah 945 ekor, burung jenis Gelatik dengan jumlah 320 ekor, burung jenis Jacko dengan jumlah 589 ekor, burung Trocok dengan jumlah 200 ekor, burung jenis Pantet dengan jumlah 24 ekor dan burung Poksay dengan jumlah 5 ekor.

“Setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan burung ini dari Lampung yang akan dibawa ke berbagai tempat ke Serang maupun ke tangerang juga, dan diamankan 1 orang supir” tambahnya.

Baca juga  Kapolda Banten: Mulai Pukul 00.00 Wib, Semua Pintu Masuk-Keluar Banten Ditutup

Menurutnya burung tersebut rencana akan dilepas liarkan di daerah Hutan Lindung Cagar Alam yang berada di Kecamatan Mancak Kabupaten Serang.

“Hari ini setelah dirilis ini akan dilepas liarkan karena ada 2.078 ekor burung dan akan di screaning terlebih dahulu semuanya, kalau memang sudah terbebas dari wabah akan dilepas liarkan di Hutan Lindung Cagar Alam yang berada di Kecamatan Mancak,” jelasnya.

Ia juga menegaskan perbuatan tersebut telah melanggar tindak pidana bahwa setiap orang dilarang untuk menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan Satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup maupun mati.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang-undang Negara Republik Indonesia No.5 tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Selanjutnya kami lakukan koordinasi dengan balai konservasi sumber daya alam hayati (BKSDA), melakukan koordinasi dengan dinas karantina pertanian Kota Cilegon untuk sampel kesehatan satwa burung, mendata kembali satwa burung serta mengamankan barang bukti. Pasal 40 Jo Pasal 21 ayat (2) huruf (a) dan (b) Undang undang RI No.05 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya” tegasnya. (Galuh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here