Cilegon,- Medianews.co.id,- Pemerintah Kota Cilegon melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) memastikan kesiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kota Cilegon yang akan digelar pada 26–29 Agustus 2025 di Kecamatan Grogol.
Kepala Bagian Kesra Kota Cilegon, H. Rahmatullah, menyampaikan bahwa rapat koordinasi telah dilakukan bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan kecamatan Grogol guna mematangkan persiapan MTQ di tingkat Kota.
“Kita hari ini mengadakan rapat koordinasi dengan semua OPD. Persiapan meliputi komunikasi teknis, lokasi, serta perizinan. Alhamdulillah, semua pihak sudah menyiapkan diri untuk menyukseskan MTQ tingkat kota ini,” ujar Rahmatullah, Saat di ketemui di kantor pada hari Rabu (27/8/2025).
MTQ tingkat Kota Cilegon akan mempertandingkan sembilan cabang lomba, di antaranya Tilawatil Qur’an, Tahfidz, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Tafsir. Sebanyak 96 calon dewan hakim dengan kompetensi dan kapasitas di bidangnya telah disiapkan untuk menilai jalannya perlombaan.
Pemerintah Kota Cilegon akan menyelenggarakan MTQ dengan total 9 cabang dan 25 golongan lomba, termasuk Tilawah, Tahfidz, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Tafsir. Acara ini akan berlangsung selama tiga hingga empat hari.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah kota dan kecamatan, baik dalam hal penyediaan tempat maupun kebutuhan teknis lainnya. “Hasil dari MTQ ini nantinya akan kita kirimkan ke tingkat provinsi, dan yang terbaik bisa mewakili hingga ke tingkat nasional,” jelasnya.
Acara ini digagas oleh H. Rahmatullah, selaku Kepala Bagian Kesra Kota Cilegon. Pesertanya adalah para qori dan qori’ah terbaik, baik putra maupun putri, yang sudah melalui proses seleksi ketat di tingkat kecamatan. Kesra juga akan mengundang seluruh pemangku kepentingan, OPD, lembaga keagamaan, lembaga pendidikan, yayasan islami, dan berbagai organisasi Islam di Kota Cilegon.
Haji Rahmatullah Menghadiri Acara MTQ Berharap Ada Bibit” yang Punya Prestasi Untuk Kota Cilegon.
Lebih lanjut, Rahmatullah menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat. “Intinya adalah bagaimana kita terus menyiarkan syariat Islam, membentengi diri melalui pengetahuan agama, serta mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter,” pungkasnya.
Reporter: Novaldo
Editor: Redaksi Medianews















