DP3AKB Kota Serang Gelar Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Pada Anak

58

Serang,- Medianews.co.id,- Hindari maraknya kekerasan pada anak terutama di Sekolah, Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Anak Di Sekolah yang dilaksanakan di Aula SMKN 2 Kota Serang, Rabu (09/11).

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar sebagai bentuk tindak pencegahan kekerasan terhadap anak disekolah dan juga terkait maraknya kekerasan anarkisme yang dilakukan oleh Remaja.

Walikota Serang Syafrudin menyampaikan, bahwa kegiatan sosialisasi ini sudah ditentukan dalam UU No 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dan juga Peraturan Menteri Pendidikan No 82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan dalam satuan Pendidikan.

“Kegiatan ini tentunya mencakup berbagai hal, sosialisasi juga terhadap kenakalan remaja seperti halnya tawuran, geng motor, mabuk mabukan yang sedang marak, karena kunci keberhasilan anak anak kita itu tergantung di tingkat SLTA ini” tutur Syafrudin.

Dengan menghindari maraknya kekerasan di Sekolah, Syafrudin menegaskan kepada Masyarakat Kota Serang untuk terus melanjutkan pendidikan minimal hingga tingkat SLTA agar SDM di Kota Serang semakin berdaya.

“Oleh karena itu kami tegaskan masyarakat kota serang diwajibkan untuk lulus minimalnya slta, karena kedepan anak-anak ini yang akan meneruskan kita, maka sdm nya harus mumpuni kemudian kecerdasan harus memadai” Tegas Syafrudin.

Baca juga  Warga Cilegon Curhat kepada Kapolres Cilegon Polda Banten

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang Anthon Menambahkan, bahwa kemungkinan anak-anak remaja yang melakukan tindak kekerasan seperti tawuran didasari juga dengan ketidaktahuan hukum, faktor lingkungan dan pergaulan.

“Maka dari itu kegiatan ini dilakukan untuk memberikan sosialisasi yang diisi dengan bebebrapa Materi yang disampaikan oleh Kejari dan Polri terkait hukum yang menjadi dampak dari kekerasan tersebut” ucap Anthon.

Anthon menambahkan dampak dari sosialisasi ini diharapkan masyarakat sudah mulai berani dan tidak takut dengan kekerasan yang ada di sekolah, sehingga kekerasan anak di sekolah dapat terhindari.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk saat ini terdapat sekitar 60 kasus kekerasan perempuan dan anak yang didominasi sekitar 90 persen terhadap kekerasan anak.

“Selama ini mungkin ada ketakutan atau kekhawatiran di masyarakat untuk melaporkan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sehingga mungkin pada tahun ini kenapa laporan kasus kekerasan cukup melonjak naik” tambahnya.

( Ana/ red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini