Genjot Layanan KB, DP3AP2KB Kota Cilegon Gandeng Delapan Fasyankes

8

CILEGON,- Medianews.co.id,- Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Keluarga Berkualitas (KB), Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon menggandeng delapan fasilitas layanan kesehatan (Fasyankes).

Delapan Fasyankes KB yang sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan DP3AP2KB Kota Cilegon antara lain Puskesmas Cilegon, Puskesmas Purwakarta, Puskesmas Citangkil, Rumah Sakit Citra Sundari, Klinik Windi Medika, Klinik Balqis, Praktik Mandiri Bidan (PMB) Eni Suhaeni, serta PMB Miati.

Kepala DP3AP2KB Kota Cilegon Lia Nurlia Mahatma menjelaskan bahwa saat ini ada program Sejuta Akseptor KB. Sedangkan di Kota Cilegon diberikan target sebanyak 3.000 akseptor KB sebelum 30 Juni 2024.

“Makanya untuk mengejar target tersebut kami menggandeng delapan Fasyankes yang ada di Kota Cilegon untuk sama-sama kita mendukung dan menyukseskan program Sejuta Akseptor tersebut,” kata Lia, sebagaimana dirilis Diskominfo Kota Cilegon, Kamis, 13 Juni 2024.

Program Sejuta Akseptor tersebut, kata Lia, sebetulnya sudah dicanangkan sejak beberapa bulan lalu. Pihaknya pun sudah menerapkannya sejak peringatan Hari Kartini 21 April 2024.

Baca juga  Rapat Bersama Tim Panitia, Lapas Cilegon Bersiap Jadi Tuan Rumah Upacara Pembukaan  Porsenap 2023

“Hanya saja pada bulan-bulan sebelumnya kita tidak dibebani ditarget. Tapi khusus bulan Juni ini kita ditarget hingga 3.000 akseptor sehingga kita mesti berkolaborasi dengan semua pihak agar bisa mencapainya,” kata Lia.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AP2KB Kota Cilegon, Asikin, menambahkan, dipilihnya delapan Fasyankes dalam perjanjian kerja sama tersebut hanya bersifat sementara. Ia berharap secara bertahap 56 Fasyankes pemerintah dan swasta yang ada di Kota Cilegon bisa bekerja sama untuk menggenjot target KB.

“Secara target untuk KB tertentu seperti pil dan suntik sebetulnya kita sudah lebih dari 100 persen. Hanya saja untuk jenis KB lainnya seperti IUD (Intra Uterine Device), implan dan sterilisasi masih belum memenuhi. Mudah-mudahan dalam implementasinya program ini berjalan baik dan memenuhi target,” harapnya. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini