Ketua Forum RT/RW Purwakarta, Fatulloh, Angkat Bicara Terkait  Terowongan Kaligandu Purwakarta 

25

Cilegon,- Medianews.co.id,- Ketua Forum RT/RW Purwakarta, Fatulloh, menyampaikan bahwa masyarakat Purwakarta telah lama menginginkan agar Terowongan Kaligandu dapat diakses oleh kendaraan besar, seperti bus dan mobil pemadam kebakaran. Hal ini disampaikannya sebagai bentuk aspirasi masyarakat yang selama bertahun-tahun merasa terkendala akses, khususnya dalam keadaan darurat.

“Awalnya, memang kami berencana melakukan aksi. Karena masyarakat sudah lama menuntut agar mobil besar, terutama pemadam kebakaran dan bus, bisa melewati Terowongan Kaligandu kecamatan Purwakarta Kota Cilegon,” ujarnya.

Fatulloh menegaskan bahwa ini adalah momentum yang tepat untuk menyuarakan aspirasi, mengingat saat ini tengah ada pembangunan dan keterlibatan pihak pengelola jalan tol. Ia berharap, terowongan tersebut bisa diperlebar atau ditinggikan agar dapat dilalui mobil besar. “Secara teknis, bisa saja dikeruk sekitar 50 cm supaya bus bisa lewat. Tapi sekarang masih menunggu koordinasi dengan perusahaan terkait karena ada pipa gas di lokasi,” katanya.

Terkait tuduhan miring yang menyebut dirinya hanya mencari proyek, Fatulloh membantah keras. “Saya sakit hati kalau dibilang mencari proyek. Alhamdulillah, saya sudah berkecukupan. Ini murni perjuangan aspirasi masyarakat. Jangan sampai ada yang menuding macam-macam,” tegasnya.

Ia juga mengkritik sikap pihak kecamatan yang dianggap kurang responsif terhadap aspirasi warga. “Kami sudah minta fasilitasi dari Pak Camat, tapi belum juga ada jawaban memuaskan. Kalau terus begini, masyarakat bisa saja turun aksi demo,” ungkapnya.

Baca juga  Anggota KIM Purwakarta Diminta Angkat Potensi Lokal ke Media Sosial

Meski demikian, Fatulloh tetap optimis bahwa dalam satu hingga dua bulan ke depan, akan ada solusi konkrit dari pihak pengelola tol, pemerintah daerah, dan khususnya Dinas PUPR Kota Cilegon. Ia menyadari bahwa proses ini tidak bisa instan, karena harus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan pemilik pipa gas yang melintang di bawah terowongan.

“Saya sering lihat ibu-ibu pengajian harus jalan kaki melewati terowongan karena bus tidak bisa lewat. Ini sangat memprihatinkan. Padahal, kalau kita duduk bersama, berdiskusi, dan bermusyawarah, pasti ada jalan keluar. Saya yakin, insyaallah,” Tuturnya penuh harap.

Ketua Forum Peduli Cilegon (FPD), H. Rebudin, “Kami mengapresiasi Ketua Forum RT RW Purwakarta, Fattullah, atas pendekatan komunikatif yang dibangun selama ini. Jangan menghakimi secara tidak objektif, karena perjuangan ini murni untuk masyarakat,” ujarnya

Sementara itu, Camat Purwakarta, Suadilah, membantah tidak memfasilitasi aspirasi warga masyarakat Purwakarta. Ia mengaku telah menyampaikan permintaan warga kepada pihak pelaksana, namun terdapat kendala teknis berupa jalur pipa gas di lokasi.

“Permintaan warga sudah saya teruskan. Tapi pihak pelaksana menyatakan tidak memungkinkan karena ada jalur pipa gas. Karena jawaban itu tidak memuaskan, maka mediasi dilanjutkan ke Mapolsek,”jelas Suadilah , Sebagai Camat Kecamatan Purwakarta.

Kapolsek Purwakarta, IPTU Sukanda, saat dikonfirmasi mengenai hasil mediasi hanya menjawab singkat, “Sebentar ya om, lagi menghadap beliau.

 

 

( Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini