MOU PT Pcm Dengan Ksp, KBS, Diteken, Robinsar: Saatnya Aset Pemkot Cilegon Dioptimalkan untuk Pelabuhan

4

CILEGON,- Medianews.co.id,- Pemerintah Kota Cilegon menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan lahan Warasari sebagai langkah konkret mengoptimalkan aset daerah untuk mendukung proyeksi kebutuhan pelabuhan dan kawasan industri ke depan.

Wali Kota Cilegon, Robinsar, menegaskan, kesepahaman tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan tindak lanjut dari wacana panjang yang telah bergulir selama 10 hingga 20 tahun terakhir.

“Ini tidak lanjut dari pembahasan yang sudah lama. Potensi lahan Warasari yang kita miliki harus dioptimalkan, apalagi ke depan kebutuhan pelabuhan dan kawasan semakin tinggi. Kita ingin semua aset bergerak produktif,” ujar Robinsar usai penandatanganan.

Menurut dia, aset lahan tetap menjadi milik pemerintah daerah. Skema yang disepakati saat ini sebatas pemanfaatan melalui kerja sama yang masih akan difinalisasi secara teknis.

“Aset masih ada di pemerintah. Ini soal pemanfaatan dan optimalisasi. Jenis kerja samanya nanti kita rumuskan bersama. Hari ini kita samakan persepsi dulu bahwa lahannya punya potensi besar,” katanya.

Robinsar menambahkan, kesepahaman ini menjadi momentum mengakhiri tarik-ulur kepentingan yang selama ini menghambat realisasi pengembangan.

“Alhamdulillah hari ini tidak ada ego sektoral. Semua sepakat dalam rangka optimalisasi aset dan memaksimalkan potensi yang ada,” tegasnya.

Kolaborasi BUMD dan Krakatau Group Di sisi lain, Direktur PT Pelabuhan Cilegon Mandiri , menyebut penandatanganan ini sebagai momentum yang telah lama ditunggu. Kesepakatan diteken antara PCM dan Krakatau Sarana Properti, serta antara BTP-CM dan Krakatau Bandar Samudera.

Menurut Direktur Utama (Dirut) PT PCM Muhammad Willy , kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan sebelumnya antara Pemerintah Kota Cilegon dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.

Baca juga  LPI Menduga KPA Dan PPK Ada Hubungan Istimewa Dengan Pemenang Tender Jembatan Jati Pulo

“Ini wujud kolaborasi. Di era sekarang, pengembangan bisnis memang harus dilakukan bersama. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, lahan yang digunakan merupakan lahan yang telah dikerjasamakan dan memiliki akses pelabuhan. Meski belum merinci aspek teknis pembangunan terminal baru, ia memastikan proyek ini menjadi langkah awal menuju penguatan sektor kepelabuhanan daerah.

“Ini langkah konkret. Awal menuju cita-cita besar penyelenggaraan kepelabuhanan yang lebih kuat di Cilegon,” katanya.

Target Tambah PAD Willy menegaskan, manfaat langsung dari kerja sama ini adalah terbukanya peluang bisnis baru melalui pengembangan terminal pelabuhan. Dampaknya diharapkan meningkatkan pendapatan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sekaligus menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Dengan bisnis baru dan terminal baru, tentu ada peningkatan dividen untuk pemerintah kota. Ujungnya kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik,” jelasnya.

Terkait kemungkinan keterlibatan pihak ketiga dalam pengelolaan, Willy tidak menampik peluang tersebut, meski belum dapat mengumumkan secara rinci. “Besar kemungkinan akan ada pihak ketiga.

Tapi saat ini belum bisa kami sampaikan karena masih dalam tahap penjajakan,” ujarnya.

Penandatanganan MoU ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kota Cilegon mulai serius mengakselerasi pemanfaatan aset strategis daerah.

Tantangannya kini adalah memastikan realisasi berjalan sesuai rencana dan benar-benar memberi dampak ekonomi nyata bagi warga Kota Cilegon.

Novaldo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini