Ismatullah: sekitar 1000 orang guru yang belum menerima vaksinasi lantaran penyakit komorbid

14

CILEGON,- Medianews.co.id– Percepatan vaksinasi Covid-19 yang telah dijadikan program oleh pemerintah pusat ternyata menyasar para guru atau tenaga pengajar di Kota Cilegon, dari 6000 orang guru tersebut ternyata masih ada sebagian tenaga pengajar yang belum menerima vaksinasi lantaran memiliki penyakit bawaan dan sudah berusia lanjut.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cilegon Ismatullah mengungkapkan, para guru di Kota Cilegon sangat menunggu vaksinasi Covid-19 namun sayangnya banyak dari mereka yang mempunyai komorbid atau penyakit penyerta sehingga disarankan untuk menunda suntik vaksin.

“Dengan ketelitian dan saran dokter itu, tentunya kita tidak bisa memaksakan kalau guru untuk selalu mengikuti program vaksinasi. InsyaAllah mereka tidak menolak, tapi banyak dari mereka yang usianya sudah lanjut dan memiliki komorbid,” ujar Ismatullah, Kadindik Kota Cilegon kepada Wartawan, Selasa 03 Agustus 2021.

Ia menambahkan, kurang lebih ada sekitar 1000 orang guru yang belum menerima vaksinasi lantaran penyakit komorbidnya. Meski begitu, pihaknya tetap mendata setiap guru yang telah divaksin dalam rangka objektifitas dengan kondisi yang ada.

“Kita juga tidak akan memaksakan mereka, tetapi data tetap kita sampaikan dalam rangka objektifitas yang ada di lapangan,” jelasnya.

Baca juga  Work Out as Much as Possible During Your All Inclusive Vacations

Terkait vaksinasi terhadap pelajar, Ismatullah menjelaskan, pihaknya mendorong orangtua murid untuk membawa anaknya yang berusia minimal 12 tahun untuk mengikuti vaksinasi apabila ada program vaksin. Pasalnya saat ini Dinas Pendidikan Kota Cilegon belum memiliki program vaksinasi kepada para pelajar.

“Untuk vaksinasi pelajar itu sekarang kita mengikuti agenda kota yang menyelenggarakan vaksinasi, itu boleh membawa keluarganya yang berstatus pelajar untuk vaksinasi,” imbuhnya.

Ismatullah menegaskan, pihaknya juga belum bisa menyelenggarakan belajar secara tatap muka lantaran kondisi Kota Cilegon masih dalam zona tinggi penyebaran Covid-19. Selain itu, ada banyak prosedur untuk bisa menggelar belajar tatap muka di sekolah. Meskipun begitu, pihaknya telah membuat dua kurikulum untuk pelaksanaan belajar di masa Pandemi Covid-19.

“Kita mengikuti perintah yang memang dari pimpinan arahannya seperti apa. Kalau rencana terus kita persiapkan, bahkan kurikulum aja sudah kita buat ganda ada kurikulum dalam bentuk Protokol Covid-19 dan ada juga kurikulum dalam bentuk tatap muka,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here