Diduga PT BHL Gelapkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Milik Ratusan Karyawan 

240

Kalteng,- Medianews.co.id || Dikutip dari tim investigasi media tentang BPJS Ketenagakerjaan karyawan pada PT. BHL, Sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Pemerintah membentuk 2 (dua) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yaitu, BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Dipublikasikan 23/8/21.

BPJS Kesehatan bertujuan menyelenggarakan Program Jaminan Kesehatan, sementara BPJS Ketenagakerjaan menyelenggarakan Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JK).

Untuk memberikan kesejahteraan terhadap karyawannya, Perusahaan wajib mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dengan mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.

Meskipun, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah ditetapkan oleh Pemerintah. Namun masih ada saja perusahaan nakal, yang tidak mau melaksanakan dan memenuhi kewajiban tersebut.

Salah satunya Perusahaan yang bergerak di bidang Agro Bisnis Perkebunan Kelapa Sawit, PT. Bumi Hutan Lestari (BHL) yang saat ini manajemennya dijalankan oleh PT. Eagle High Plantation Tbk di Desa Mirah Kelanaman, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalteng. Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit yang satu ini Diduga telah mengelapkan dana iuran pembayaran BPJS Ketenagakerjaan milik ratusan karyawan atau buruhnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini, Iuran dana BPJS Ketenagakerjaan yang belum dibayar atau tertunggak tersebut disinyalir sudah berlangsung selama 2 (dua) tahun, yakni bulan April 2019 yang telah lalu, hingga sekarang ini tahun 2021. Padahal karyawan atau buruh yang bekerja di Perusahaan PT. Eagle High Plantation tersebut setiap bulannya sesuai slip gajih yang mereka terima, dipotong sebesar Rp.285 ribu.

Akibat penyelewengan Iuran dana BPJS Ketenagakerjaan yang diduga dilakukan oleh PT. Eagle High Plantation tersebut. Ratusan karyawan atau buruh terancam bakal tidak mendapatkan manfaat BPJS Ketenagakerjaan seperti, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), dan Jaminan Kematian (JK).

Salah seorang karyawan PT. Eagle High yang tidak mau disebutkan namanya menuturkan, awalnya saya mendapat informasi itu dari salah satu teman yang bekerja di perusahaan yang sama. Ia mengatakan bahwa kartu BPJS Ketenagakerjaan yang kami miliki tersebut menunggak atau belum dibayar oleh pihak perusahaan.

“Setelah mendapat informasi itu, Ketika ada waktu luang, saya coba tanyakan perihal tunggakan tersebut ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Kota Palangka Raya. Informasi dari mereka, bahwa benar BPJS Ketenagakerjaan yang kami miliki tersebut mulai bulan April 2019 hingga sekarang tahun 2021, tertunggak atau belum dibayar oleh pihak perusahaan. Padahal setiap bulannya sesuai slip gajih yang kami terima dipotong sebesar Rp.285 ribu,” tuturnya menjelaskan.

Sebagai Karyawan, tambahnya, kami berharap pihak Perusahaan PT. Eagle High Plantation mau bertanggung jawab, membayarkan tunggakan BPJS Ketenagakerjaan, apa yang menjadi hak kami sebagai karyawan. Sebab hal ini sangat penting bagi kesejahteraan kami dalam bekerja.

Baca juga  Kyai Muhammad Ali Pejuang Kemerdekaan Geger Cilegon Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Propinsi Kalteng, Ir. R. Syahril Tarigan, MAP melalui Plt. Kabid Pengawas Ketenagakerjaan, Mirue, M.Pd, didampingi Tri Lestari saat dikonfirmasi terkait adanya Perusahaan yang tidak melaksanakan kewajibannya membayar BPJS. Pada kesempatan itu, Ia menjelaskan, sesuai Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011, Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ada 2 (dua) yaitu, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan. Setiap perusahaan wajib mendaftarkan karyawannya menjadi peserta BPJS.

“Perusahaan yang tidak melaksanakan aturan Pemerintah tersebut akan dikenakan sanksi. Ada sanksi Administrasi, Pidana dan lain-lain sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya.

Dikatakan Mirue, Terkait dengan Perusahaan Sawit PT. Eagle High Plantation yang tidak membayarkan atau menunggak BPJS Ketenagakerjaan.Silahkan perwakilan dari karyawan untuk datang melapor kepada kami, tentunya dengan membawa dokumen dan alat bukti yang lengkap.

“Karyawan yang melapor kepada kami tidak usah takut diberhentikan dari perusahaan tempatnya bekerja. Sebab hak-hak mereka akan dilindungi, kalau tidak melapor justru mereka yang rugi besar. Kami bisa bertindak apabila ada bukti-bukti otentik dan laporan tertulis dari perwakilan karyawan,” ungkap Kabid Pengawasan Tenaga Kerja, Senin (09/08/2021) pagi.

Ditempat terpisah, Junaidi Lumban Gaol yang merupakan Ketua Kordinator Federasi Kehutanan, Industri Umum, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia ( F- HUKATAN – SBSI) Kalteng. Ketika dimintai komentarnya terkait permasalahan PT. Eagle High Plantation Tbk tersebut. Ia menyampaikan, bahwa apa yang dilakukan oleh pihak perusahaan PT. Eagle High Plantation tersebut dengan tidak menyetorkan iuran dana BPJS Ketenagakerjaan karyawannya, bisa dikatakan sebagai kasus penggelapan.

“Dari slip gajih karyawan, disitu jelas terlihat ada pemotongan gajih untuk pembayaran iuran BPJS, yang dikakukan oleh pihak perusahaan. Kalau itu tidak disetorkan ke BPJS Ketenagakerjaan berarti disitu sudah ada pengelapan,” tegasnya.

Ditambahkan Junaidi Lumban Gaol, saya berharap dalam kasus ini, pihak Kejaksaan bisa segera bertindak. Kalau menunggu karyawan yang melapor itu suatu hal yang sangat tidak mungkin.

“Tidak akan mungkin Karyawan melaporkan majikannya, karena akan sangat berisiko, dan pasti ada sanksi sosialnya dari pihak perusahaan. Disisi saya berharap Kejaksaan yang dapat melakukan tindakan, karena ada pasal-pasal yang bisa menjerat dan menjadikan tersangka,” pungkasnya.

Sebelum berita ini terbit, media ini, Senin (21/06/2021) telah melakukan konfirmasi tertulis, kepada pihak perusahaan PT. Eagle High Plantation Tbk. Namun hingga berita ini terbit, pihak Perusahaan belum ada memberikan jawaban atau klarifikasi.

Pewarta: Hadiboy
Sumber : Tim investigasi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here