Kursi dan Meja tak layak pakai, Siswa SD Negeri Cigelam 2 Terpaksa Belajar Dilantai

31

Kabupaten Serang,- Medianews.co.id, – Siswa SD Negeri Cigelam 2, Desa Cigelam, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, terpaksa duduk di lantai saat kegiatan belajar mengajar dimulai. Sebab, meja dan kursi belajar tersebut tidak layak pakai dan lapuk sejak tahun 2019.

Kepala Sekolah SDN Cigelam 2 Ade Siti Aminah menuturkan kondisi itu telah berlangsung sejak tahun 2019 kemarin. Dua ruang dari enam ruangan kelas yang ada di komplek sekolahan tidak diisikan meja dan kursi belajar.

“Sebetulnya, disini saya baru 2 tahun menjabat Kepala sekolah SDN Cigelam 2, saya habis merenovasi sarana prasarana sekolah,” ungkap dia, saat ditemui di Sekolah SDN Cigelam 2, Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Kamis (2/9/2021).

Dia menjelaskan, renovasi dimulai pada tahun 2019.”Sebetulnya dari awal menjabat, bangunan SDN ini, banyak yang musti direnovasi yakni pintu-pintu sekolah, pengecatan gedung sekolah dan perbaikan toilet. Itu sebagian memakai dari anggaran dana BOS,” kata dia.

Sementara, meja dan kursi lama sudah dalam keadaan rusak parah. Sehingga, siswa di dua kelas rombongan belajar terpaksa tidak menggunakan kursi dan meja saat pelajaran dimulai.

Adapun, siswa yang belajar lesehan tersebut adalah kelas 4 dan 5 pergantian rombel dengan kelas lain. Jadi ada dua rombel yang terpaksa belajar di lantai.

Baca juga  Budi Prajogo Apresiasi Langkah Gubernur Hibahkan Dua Gedung Ke MUI dan NU

“Di sini total ada 6 rombel, yang terbagi dua kelompok per hari dimulai dari pukul 08.00 – 10.30 WIB, supaya siswa bergiliran belajar dengan menggunakan kursi dan meja” jelas dia.

Menurut Ade, proses kegiatan belajar mengajar menjadi kurang efektif akibat belajar secara lesehan. Sebab, di tengah pelajaran ada saja siswa yang selonjoran. Meski demikian para siswa senang karena bisa belajar secara tatap muka setelah lama belajar secara daring.

“ruangan kelas yang menggunakan meja dan kursi tersebut hasil dari perbaikan, akan tetapi kursi dan meja yang sudah diperbaiki kembali rusak, namun sebelum pandemi Covid-19 kursi dan meja masih bisa di atasi dengan 1 kursi di duduki 2 siswa, untuk saat ini sudah tidak bisa dikarenakan harus menerapkan protkes,” kata dia.

Ade berharap, mendapatkan bantuan dari pemerintah maupun donatur yang akan menyumbangkan meja dan kursi,” kalaupun pemerintah belum memberikan bantuan disebabkan anggarannya masih buat penanganan Covid-19, maka saya berharap ada donatur yang tersentuh hatinya untuk menyumbangkan meja dan kursi,” penuh harap. (An/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here