Kliennya Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Kata Kuasa Hukum Pandri Situmorang, SH.  

57

SERANG,- Medianews.co.id,- Pengacara Pandri Situmorang, SH. Akan melakukan pendampingan hukum Kepada Holiyah (52) yang sudah ditetapkan statusnya sebagai tersangka pelaku Pembunuhan sang suami Asni (54) yang terjadi di Lingkungan Masigit, Kelurahan Masjid Priyai, Kecamatan Kasemen Kota Serang.

“Untuk kasus ini, Klien kami sudah di tahan penyidik, dalam hal ini lagi mencari motif – motifnya seperti apa nantinya kita tunggu perkembangan dari penyidik,” kata Pandri Situmorang, SH. Selaku kuasa hukum Holiyah saat melakukan koonfrensi perss disalah satu Rumah makan di Cilegon. Kamis, 02/9/2021.

Pandri juga mengatakan turut berduka cita atas meninggalnya suami dari kliennya tersebut. “Kami selaku pengacara turut berbela sungkawa, turut berduka cita, dan juga tidak di inginkan kalau untuk proses hukumnya kita lihat saja perkembangan penyidik seperti apa nanti selanjutnya,” ucapnya.

Menurutnya, sejauh ini pasal yang di terapkan oleh penyidik kepada tersangka yakni Pasal 44 Nomer 23 tahun 2004 masuk Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Junto 351 ayat 3 yang mengakibatkan Korban meninggal dunia.

“Saya selaku kuasa hukum sangat mengaspresiasi dan reson transparan dan Akuntabel tim – timnya di reskrim Polres Serang kota, tapi yang menjadi catatan kami Karena kekerasan bukan orang lain tetapi dalam rumah tangga ada hubungan keluarga,” ungkapnya.

Diketahui, Kronologisnya Setelah di konfirmasi, konsultasi, Diduga Tersangka klien kita yang sedang di Tahan di Reskrim Polres Serang Kota pada saat Pukul 14 : 00 Wib, Korban hal ini yang meninggal meminta untuk hubungan intim akan tetapi tersangka tidak mau Karena korban sudah mentalak tersangka dihadapan warga dan Saudaranya.

Baca juga  Wakapolda Banten Meninjau Langsung Serbuan Vaksinasi Polres Serang Kota

“Maka dari pada itu, Kelien kami sudah tidak mau berkali – kali berhubungan intim tetapi Klien kami mengajak Korban dinikahkan kembali kepada Ustadz atau Kiyai untuk dinikahkan kembali secara agama,”

“Namun, Jawab Korban kamu bicara apa ? di ruangan tamu itu, bahwa korban memaksa terus menerus berhubungan intim, Klien kami masih ngga mau dan berupaya kabur masuk kekamar, di gedor pintunya, Kebetulan saat itu juga anak – anaknya lagi tidak ada dirumah semua, si korban mengajak terus langsung di paksa, upaya paksa ini sebetulnya bukan hanya pembicaran omongan saja, tapi fisik dalam bentuk penganiayan tanganya klien kita di gigit sampai luka ada bukti foto,”

“Di tanganya Korban pun ada Cakaran kurang lebih ada 5 dan 6, ada Pukulan tonjokan pukulan ke klien kami, luka lebam pada saat di gigit jarinya bahwa klien kami, berupaya melepaskan diri, membela diri, dengan cara mendorong tanganya tersangka ini kepada Korban, pada saat itu tidak langsung meninggal, setelah sudah di lepas gigitanya korban ini masih hidup bukan meninggal, ada jeda 15 Menit setelah ribut, cekcok, terjadi dan masuk kekamar, kembali ada suara minta tolong cuma dan klien kami tidak mau keluar dari kamar,”

“Karena tahu ada upaya paksa untuk berhubungan intim, ternyata ada sodara korban datang korban sudah terjatuh meninggal lantas di panggil RT datang kerumah itu menyaksikan karena saudara tidak mau menyentuh dan melihat langsung, Dan RT itu melaporkan pihak yang berwajib,” pungkasnya. (Priadz)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here