Mediasi Deadlock, Rohmatullah Akan Kerahkan Masa Aksi Besar-besaran

54

Serang, Medianews.co.id,– PT.Satyamitra surya Perkasa Pabrik Penyulingan Air laut menjadi garam untuk kebutuhan industri yang berlokasi di desa Mangunreja, Kecamatan Pulo Ampel, Kabupaten Serang didatangi sejumlah masyarakat Gedung Soka.

Adapun tujuan aksi tersebut, adalah untuk menyampaikan aspirasi warga karena tidak dilibatkan dalam pekerjaan, dimana jarak dari pabrik ke masyarakat Desa Gedung Soka hanya satu kilo meter. Selasa 29/06/2021.

Aksi dari warga Desa Gedung Soka mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, diduga oknum suruhan kepala Desa Mangunreja, bahkan jurnalis yang ikut meliput aksi tersebut mendapatkan perlakuan yang sama seperti pengusiran dan intimidasi dari oknum suruhan Kepala Desa tersebut.

Saat dikonfirmasi kapolsek Pulo Ampel membenarkan adanya aksi masyarakat Desa Gedung Soka bahkan aksi warga ini sudah menyurati ke polsek Pulo Ampel ,dimana kepolisian sifatnya memediasi supaya tidak ada hal-hal yang tidak di inginkan.

“Iya Benar Bang sifatnya spontanitas saja,sebelumnya masyarakat sudah menyurati ke polsek satu hari sebelum pelaksanaan,Dan saya melakukan mediasi baik dari perusahaan, pihak Desa Mangunreja dan gedung Sokal”, ujar IPTU Syamsul Bahri S.TK.

Baca juga  Tangkap 53 Terduga Teroris di 11 Provinsi, Polri Paparkan Sumber Pendanaan Kelompok JI

Dan ia pun mengatakan bahwa sejauh ini belum mengetahui adanya pengusiran teman teman media, dan ia pun menyampaikan permohonan maaf.

“Sejauh ini saya belum mengetahui terkait adanya pengusiran teman-teman media, disini saya sebagai pribadi dan kapolsek Pulo Ampel sampaikan permohonan maaf mewakili masyarakat saya”, tandasnya.

Ditempat yang sama Rohmatullah sebagai Ketua Himpunan Pengusaha Lokal mengatakan bahwa pengusaha lokal tidak dilibatkan dimana Desa Gedong Soka tidak memiliki industri,menurutnya berdasarkan studyamdal memperhatikan sekitar lingkungan yang mana jarak pabrik tidak ada satu kilometer.

“Intinya pengusaha lokal harus dilibatkan, dimana jarak dari pabrik tersebut tidak ada satu kilometer”, katanya.

Ia juga menambahkan bahwa pertemuan di Polsek Pulo Ampel berakhir walkout karena tidak adanya kepastian dan juga deadlock, sehingga dalam waktu dekat akan meluncurkan aksi kembali.

“Kemudian berpindah tempat ke Polsek yah terjadi deadlock dan tadi kami keluar atau walkout karena tidak ada kesepakatan yang bisa disepakati, dan tidak menutup kemungkinan kami akan melanjutkan dengan aksi besar besaran” tambahnya. (Galuh/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here