Cilegon,- Medianews.co.id,- Sejumlah narasi miring terkait kinerja seorang camat mencuat di media sosial dan sejumlah portal dalam beberapa pekan terakhir. Camat Cilegon Maman Herman mengungkapkan yang dimaksud dituding tidak berguna hingga dicap “budeg” oleh pihak berinisial C, hanya karena tidak memenuhi permintaan pekerjaan di proyek pembangunan di PT KSP.
Padahal, menurut penelusuran dan keterangan resmi, Camat tersebut telah menjalankan berbagai upaya pembangunan, mulai dari urusan sosial hingga infrastruktur.
Beberapa bulan lalu, inisial C bersama rekannya, H, pernah menanyakan soal pembagian sarung BHS dan Wadimor pada bulan Ramadan. Maman Herman menjelaskan bahwa pembagian sarung itu hanyalah bentuk sodaqoh dan kegiatan buka puasa bersama.
Selain itu, camat juga disebut menjual aset pribadi untuk membeli sebidang tanah yang lokasinya berdekatan dengan pembangunan KSP. Bahkan, inisial C sempat menerima bagian meski tidak ada kaitan langsung dengan program tersebut.
Terkait perbaikan jalan Perkit, Camat menegaskan bahwa dirinya sudah mengusulkan ke Dinas PUPR Kota Cilegon. Ia bahkan memperlihatkan rekaman bukti musyawarah bersama warga mengenai rencana perbaikan jalan. “Kalau jalan Perkit, tolong dibetulkan atau diperbaiki. Sudah kami usulkan ke dinas terkait,” ujarnya.
Sayangnya, isu liar kembali berkembang. Narasi negatif itu diduga dipicu karena permintaan inisial C untuk ikut Serta dalam proyek KSP akan tetapi tidak terakomodasi. Maman Herman menegaskan dirinya sama sekali tidak terlibat dalam rekrutmen tenaga kerja KSP, melainkan hanya menyarankan agar pihak bersangkutan menghubungi RT dan RW setempat. Informasi yang beredar, pekerjaan di proyek KSP hanya melibatkan tenaga kerja kasar untuk galian dan penjagaan malam.
Di sisi lain, Maman juga memanfaatkan lahannya pribadi untuk kegiatan sosial warga. Tanah yang sudah dirapikan ditawarkan untuk dimanfaatkan kelompok warga, seperti Karang Taruna, untuk kegiatan produktif seperti budidaya lele atau kebun warga ataupun Kwt di Kelurahan bagendung Kecamatan Cilegon.
Maman Herman Camat cilegon menambahkan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan RT dan RW dalam berbagai program, termasuk usulan perbaikan Jalan Perkit, Jalan Satria, dan Jalan Semar. Semua dokumentasi laporan juga sudah disampaikan ke Dinas PU.
Namun, Camat Cilegon mengaku kerap difoto diam-diam oleh inisial C setiap kali dirinya meninjau lahan pribadi atau kegiatan pengukuran jalan. “Jangan sampai hal-hal seperti ini diprovokasi dan menyesatkan masyarakat. Lebih baik kita fokus pada program yang bermanfaat,” tegasnya.















