Tingkatkan Kesiapsiagaan, BMKG Gelar Sekolah Lapang Gempa Bumi

26

Cilegon,- Medianews.co.id,- Kota Cilegon Provinsi Banten merupakan salah satu wilayah yang rawan Gempa Bumi dan Tsunami. Selain dipicu oleh aktivitas subduksi, juga dipengaruhi oleh keberadaan aktivitas Sesar Sumatra Segmen Sunda.

Stasiun Geofisika Tangerang
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) selama dua hari dai tanggal 30 – 31 Mei 2022 yang bertempat di Hotel The Royal Krakatau. Senin, 30/05/2022.

Diketahui, Kota Cilegon merupakan bagian pesisir yang terdapat beberapa objek wisata yang membuat tingkat risiko terhadap bencana khususnya gempa bumi dan tsunami. Namun demikian tingkat risiko tsunami tersebut dapat dikurangi dengan meningkatkan kapasitas kesiapsiagaan Pemerintah Daerah dan masyarakat sekitar dalam menghadapi bencana tersebut.

Acara tersebut juga diikuti oleh beberapa perwakilan dari unsur BPBD Kota Cilegon, Polsek, Koramil, Puskesmas, Camat, Kepala Desa, Taruna Siaga Bencana (Tagana), Kampung Siaga Bencana (KSB), Sekolah, PMI, SAR, dan Media.

“Kegiatan SLG ini meliputi sesi paparan dan diskusi tentang potensi kegempaan dan tsunami di wilayah Banten, sistem dan produk peringatan dini tsunami BMKG, kesiapsiagaan menghadapi Gempa Bumi dan tsunami,” ungkap Bambang Setiyo Prayitno, M.Si selaku
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Baca juga  Caleg Gelora Dilaporkan ke Bawaslu Kabupaten Tangerang, Sukardin : PKS Gak Usah Lebay

Menurutnya, Sekolah Lapang Gempa Bumi ini merupakan salah satu ikhtiar untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah sekaligus membangun sikap tanggap Gempa Bumi dan tsunami bagi masyarakat serta sekolah yang berada di wilayah potensi Gempa Bumi dan Tsunami untuk mewujudkan masyarakat siaga tsunami (Tsunami Ready Community) di Kota Cilegon.

“Peran Media, masyarakat siaga tsunami IOC-UNESCO, serta sesi simulasi dalam ruang (Table Top Exercise – TTX) yang mensimulasikan terjadinya Gempa Bumi M 8.7 berpotensi tsunami bersumber dari megathrust Selat Sunda yang kemudian direspon oleh peserta SLG,”

“Selain dilakukan penyerahan dan pemasangan rambu arah evakuasi dari BMKG kepada pemerintah Kota Cilegon.
Seperti kita ketahui bersama bahwa gempabumi belum bisa diprediksi sehingga dapat terjadi kapan saja.” tambah Bangbang.

Kegiatan terkait dengan mitigasi bencana Gempa Bumi berpotensi tsunami menjadi hal yang penting dilaksanakan meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Kami senantiasa tetap berupaya untuk  menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah seperti menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak dalam pelaksanaan kegiatan ini.” Pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini