Ahli Waris Gugat Bansaw UD. Sumber Alam Lestari

18

Kalteng,- Medianews.co.id ,- Muara Teweh, Sembrawut lahan milik Kelompok Tani Usaha Tani Jaya, di Desa Sei Rahayu Km 52 arah Jalan Puruk Cahu, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, memasuki tahap baru, sengketa kepemilikan lahan telah bergulir di Pengadilan Negeri Muara Teweh. 22/9/21.

Para ahli waris telah melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN) Muara Teweh dengan nomor register 18/Pdt.G/2021/PN MTW para penggugat antara lain Lasa, Tomi Jupisa, Nurhaili, Kang alias Karumu dan Montot.

Lasa (81) duduk paling tengah
Sidang mediasi ke dua di mulai sekitar pukul 10.00 WIB di ketuai oleh Hakim Teguh Indrasto, SH di dampinggi M.Iskandar Muda SH. sidang di tunda karena tergugat Tono tidak bisa hadir di persidangan, dan akan dilanjutkan minggu depan.

Pengacara pihak Lasa, Jubendri Lusfernando,SH.MH kepada media mengatakan bahwa pokok gugatan pihaknya meminta kepada mejelis bahwa surat pernyataan dibawah tangan pada tanggal 16 Juli 1996 untuk pengelolaan tanah adat milik keluarga di kembalikan kepada ahli waris.

”Kami hanya menggugat surat peryataan tentang pengelolaan tanah pada tanggal 16 Juli 1996 dibatalkan, karena sudah di cabut oleh Lasa sebagai pemberi kuasa untuk mengelola, surat itu bukan untuk di jual atau di hibahkan kepada pihak lain,” ujar Jupendri, di depan Kantor pengadilan Negeri Muara Teweh, Rabu (22/9/2021).

Baca juga  Keluarga Supoyo Jelaskan Kelanjutan Dugaan Tanah Yang Hilang di JLU Cilegon

Ditempat yang sama Lasa sebagai Asbah dari Ahli waris Datu Katila Singkung menyatakan tanah seluas 3000 hektare lebih itu di kuasi sejak tahun 1957 dan terus di kuasai hingga kakek dan orang tua kami dan di wariskan kepada sembilan bersaudara, salah satunya orang tua Tono.

”Tanah yang sekarang telah berdiri dua Bansaw, salah satunya bansaw UD. Sumber Alam tersebut merupakan tanah milik keluarga ahli waris Datu Katila Singkung bukan milik Tono pribadi, dan status tanah tersebut secara administrasi berada di wilayah Desa Pendreh Bukan di wilayah Desa Sei Rahayu 2,” kata A. Lasa (81 tahun) di dampingi saudaranya Misran Rahit (77 tahun) dan pendamping Fatimah Bagan.

Selanjutnya Lasa meminta agar segala aktivitas yang dilakukan oleh 2 bansaw di tanah yang di masih dalam proses persidangan ini agar segera dihentikan.

” ni adalah tanah adat leluhur yang kalau di hitung-hitung keturunan datu kami ada berjumlah 200 an orang, jadi jangan sampai kami turun ke lapangan untuk menutup aktivitas mereka,” ungkap Lasa.

Pewarta. : Hadiboy/ Red Medianews.co.id
Sumber. : M.Iskandar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here