Peringati Hari Tani Nasional 2021, GMNI Cilegon Gelar Aksi Teatrikal Di Pemkot Cilegon

20

Cilegon,- Medianews.co.id,- Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon menggelar aksi teatrikal di depan Kantor Walikota Cilegon dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 2021. Jumat (24/9/2021).

koordinator aksi, Muhammad Fikri mengatakan, karena kondisi Covid-19 aksi kita sedikit masa dan hanya tertarikal untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi lahan pertanian di Kota Cilegon setiap tahunnya kian menyusut akibat pembangunan. Selama ini, masalah tersebut minim perhatian dari Pemerintah Kota Cilegon Oleh sebab itu mahasiswa meminta agar nasib petani bisa diperjuangkan.

“Saya lihat Pemkot belum ada tindakan apapun dalam mensejahterakan para petani. Lahan produktif terus menyusut. Banyak petani kita ditindas oleh pihak-pihak kapitalis dan para investor tanpa memikirkan nasib para petani tersebut,” kata Fikri.

Sementara itu Ketua DPC GMNI Kota Cilegon Novreza Fajri menjelaskan Penindasan yang dialami petani di Kota Cilegon, perihal alih fungsi lahan dan peluang dalam aspek pertanian Kota Cilegon sangat mengkhawatirkan dan mengancam nasib petani.

“Alih lahan produktif yang digantikan industri dan perumahan mengikis semangat reforma agraria yang digelorakan bung karno menjadi padam, sehingga memunculkan semangat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Cilegon mengkritisi alih lahan fungsi yang membuat petani semakin tidak berpeluang untuk bertani di negeri sendiri,”

Baca juga  Penyaluran Bansos Di Kelurahan Bulakan Berjalan Lancar Dan kondusif

Terlebih, katanya dari data BPN pada tahun 2018 mencatat lahan produktif di Kota Cilegon seluas 1.715,15 Hektare sedangkan pada tahun 2019 berkurang seluas 1.626,92 Hektare yang berarti seluas 88,23 hektare telah terjadi alih fungsi lahan dalam setahunya.

“Data terbaru menurut sekertaris dinas pada Dinas ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon tahun 2021 tersisa seluas 1.500 Hektare yang bertolak belakang terhadap Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 5 tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B) pada pasal 11 ayat (2) huruf (f) yang berkewajiban luas lahan pertanian pangan berkelanjutan Kota Cilegon paling kurang seluas 1.736 hektare,” kata Reza.

Lanjut Reza mengatakan atasnama GMNI Kota Cilegon menuntut Pemerintah Kota Cilegon memperhatikan dan memaksimalkan lahan produktif petani serta menghentikan alih fungsi lahan produktif di kota Cilegon.

“GMNI Kota Cilegon meminta Alih Fungsi Lahan produktif dihentikan. Mempertanyakan pemerintah terkait pembangun irigasi air terhadap lahan pertanian produktif. Mendesak untuk menjalankan semangat reforma agraria sejati di Kota Cilegon. Mendesak pemerintah patuh terhadap Perda Provinsi Banten nomor 5 Tahun 2014 tentang PLP2B dan memperhatikan nasib ketahanan pangan dimasa depan,” tukasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here