Langgar Peraturan Disiplin Anggota Polri Oknum NP Diberikan Pasal Berlapis

4

Serang,- Medianews.co.id,- Propam Polda Banten yang di supervisi oleh Divisi Propam Mabes Polri menggelar sidang internal terhadap oknum NP dengan persangkaan pasal berlapis kepada terduga pelanggar dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri di Bidpropam Polda Banten, Serang, Banten, Kamis (21/10/2021).

Sidang berjalan selama 2 jam, yang dihadiri oleh Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga, Kabid Propam Polda Banten Kombes Pol Nursyah Putra dan Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro serta korban Faris.

Kabidhumas Polda Banten AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, hasil putusan Oknum NP, di putuskan atas hukum yang berwenang penuh, atas sanksi yang terberat di dalam Undang-undang PP yang berlaku.

“Saat mengikuti jalannya sidang dari awal sampai putusan, didalam persidangan penuntut membacakan tuntutan bahwa perbuatan NP eksesif, diluar prosedur, menimbulkan korban, dan dapat menjatuhkan nama baik Polri. Akan tetapi dari sisi sebaliknya, pendamping terduga pelanggar memiliki hal-hal yang meringankan yakni mengakui dan menyesali kesalahan, meminta maaf terhadap korban, 12 tahun pengabdian tanpa pernah dihukum disiplin, dan kode etik juga pidana, serta aktif dalam pengungkapan kasus-kasus,” tuturnya.

Baca juga  Karang Taruna Kota Cilegon Mulai Distribusikan Bantuan Vitamin dan Masker

Lanjut Shinto, maka dari itu, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro membacakan putusan terhadap oknum NP telah sah melakukan pelanggaran-pelanggaran aturan disiplin anggota Polri.

“NP diberi sanksi terberat secara berlapis mulai dari penahanan di tempat khusus selama 21 hari, mutasi bersifat Demosi (mengnonaktifkan jabatan akhir) menjadi Bintara Polresta Tangerang tanpa jabatan, teguran tertulis secara administrasi akan mengakibatkan NP tertunda dalam kenaikan pangkat dan terkendala mengikuti pendidikan lanjutan,” terangnya.

Sementara itu, korban pembantingan oknum NP, Faris mengapresiasi tindakan kepolisian yang tegas dan cepat dalam penanganan.

“Saya berharap insiden yang saya alami ini buat terakhir bagi pengunjuk rasa, semoga tidak akan terulangi lagi di daerah Banten maupun di daerah lainnya,” harapnya.

 

Pewarta : Anna

Editor : priadz

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here